Minggu, 29 Januari 2012

Macam Macam Tahanan

RESISTOR

1. BAHAN DASAR RESISTOR
Sesuai dengan namanya Resistor memiliki nilai resistansi yang disesuaikan dengan bahan dasar untuk mernbuat Resistor tersebut. Pada mulanya Resistor dibuat dari bahan karbon dengan alasan karbon memiliki resistivitas yang tinggi. Bahan karbon tersebut dililit dengan kawat, kemudian diberi kode warna. atau nilai tertentu sesuai dengan ukurannya (lihat gambar). Kemudian sesuai dengan perkembangan teknologi telah ditemukan bahan‑bahan lain sebagai bahan dasar pembuatan Resistor.
Bahan‑bahan tersebut di antaranya adalah:
‑ Film Karbon
‑ Film Metal
‑ Film Cermet.


2. MACAM‑MACAM RESISTOR
Dalam bidang elektronika kita mengenal bermacam‑macam jenis resistor. Nama dan jenis Resistor tersebut disesuaikan dengan nama bahan dasar yang dipakai membuat Resistor tersebut seperti: Resistor Kawat, Resistor Karbon, Resistor Film dan lain‑lain.
a. Resistor Kawat


Resistor Kawat ini adalah jenis Resistor pertama yang lahir pada generasi pertama pada waktu rangkaian elektronika masih menggunakan Tabung Hampa (Vacuum Tube). Bentuknya bervariasi dan pada umumnya memiliki ukuran dan bentuk fisik agak besar. Resistor Kawat ini biasanya banyak dipergunakan dalam rangkaian daya karena memiliki ke tahanan yang tinggi yaitu disipasi terhadap panas yang tinggi. jenis lainnya yang masih dipakai sampai sekarang adalah jenis Resistor dengan lilitan kawat yang dililitkan pada barang keramik kemudian dilapisi dengan bahan semen. Kemampuan dayanya tersedia dalam ukuran 1 Watt, 2 Watt, 5 Watt dan 10 Watt.
Gambar. Resistor Kawat

b. Resistor Batang Karbon (Arang)
Pada awalnya Resistor ini dibuat dari bahan karbon kasar yang diberi lilitan kawat yang kemudian diberi tanda dengan kode warna berbentuk gelang dan untuk pembacaannya. Dapat di lihat padaTabel Kode Warna.
 c.  Resistor Keramik atau Porselin
Dengan adanya perkembangan teknologi elektronika, saat ini telah dikembangkan jenis Resistor yang dibuat dari bahan keramik atau porselin. Kemudian dengan perkembangan yang ada telah dibuat jenis Resistor keramik yang dilapisi dengan lapisan kaca tipis, jenis Resistor ini banyak dipergunakan dalam rangkaian‑rangkaian modern seperti sekarang ini karena bentuk fisiknya kecil dan memiliki ketahanan yang tinggi. Di pasaran kita akan menjumpai Resistorjenis ini dengan ukuran bervariasi mulai dari 1/4Watt, 1/3 Watt, 1/2Watt, 1 Watt dan 2 Watt.

Gambar. Resistor Kramik atau Porselin

d.  Resistor Film Karbon
Sejalan dengan perkembangan teknologi para produsen komponen elektronika telah memunculkan jenis Resistor yang dibuat dari bahan karbon dan dilapisi dengan bahan film yang berfungsi sebagai pelindung terhadap pengaruh luar. Nilai resistansinya dicantumkan dalam bentuk kode warna seperti pada Resistor Karbon.
Gambar. Resistor Film Karbon

e.  Resistor Film Metal
Resistor Film Metal dibuat dengan bentuk hampir menyerupai Resistor Film Karbon dan memiliki keandalan dan stabilitas yang tinggi dan tahan terhadap perubahan temperatur. Selain sifat‑sifat seperti di atas Resistor Film Metal memiliki toleransi yang rendah. Dengan adanya kemampuan dan sifat di atas, maka Resistor Film Metal banyak dipergunakan dalam rangkaian‑rangkaian yang menuntut ketelitian yang tinggi seperti peralatan ukur atau peralatan yang menggunakan teknologi tinggi.

f.  Resistor Tipe Film Tebal
Resistor jenis ini bentuknya mirip dengan Resistor Film Metal, namun Resistor ini dirancang khusus agar memiliki kehandalan yang tinggi. Sebagai contoh sebuah Resistor Film Tebal dengan rating daya 2 Watt saja sudah mampu untuk dipakai menahan beban tegangan di atas satuan Kilo Volt.

3. MENGHITUNG RESISTOR SECARA MANUAL
Menghitung nilai resistor secara manual sudah dijelaskan sebelumnya, yaitu dengan memanfaatkan tabel kode warna resistor.
Berikut contoh menghitung nilai hambatan resistor.
1. Merah,hijau,jingga,perak nilainya 25.000 W ± 10 %
2. Merah, hijau, perak, emas nilainya 0,025 W  ± 5 % 
3.Kuning, merah, merah nilainya  4.200 W ± 20 %

Gambar. Perhitungan Cincin Tahanan

Berikut langkah‑langkah mengukur nilai resistor dengan menggunakan multimeter.

1. Menggunakan multimeter digital
? Arahkan saklar pemilih menuju ke simbol resistor.
? Sambungkan ujung kabel multimeter ke kaki‑kaki resistor.
? Lihat panel layar display, akan terlihat besarnya nilai dari tahanan yang diukur.
 Gambar. Multitester Digital
2. Menggunakan multimeter analog
Arahkan saklar ke posisi W, untuk:
Ø x1 dimaksudkan hasil yang dihasilkan jarum dikali 1 W.
Ø x10 dimaksudkan hasil yang dihasilkan jarum dikali 10 W.
Ø x100 dimaksudkan hasil yang dihasilkan jarum dikali 100 W .
Ø xI K dimaksudkan hasil yang dihasilkan jarum dikali 1.000 W.
Ø x1O K dimaksudkan hasil yang dihasilkan jarum dikali 10.000 W.
Hubungkan kabel multimeter ke kaki‑kaki resistor
Lihat jarum yang deihasilkan, kemudian kalikan hasil tersebut dengan faktor pengali (xl, x10, x100, x1K,
x10 K).
 
Gambar 2.3. mengukur dengan multimeter analog

1 komentar: